Tuesday, November 1, 2011


Merasa kecewa emang paling gak enak yah...

Well ada satu hal yang bikin gue terhenyak waktu gue di Melby. Gue kaget dan saat itu juga gue merasa sedih, kecewa, bingung. Its like, "Hah?" "Kok?" "Kenapa?". Gak tau, ngerasa sedih aja, mungkin juga gue lebay. Disitu gue mencoba berpikir positif, sangat-sangat berusaha untuk bisa berpikir positif walaupun gue agak merasa nyesek. Yang tau cuma gue dan suami. Suamiku ikutan sedih, dia bingung harus gimana. Ngeliat gue sedih, dia ikutan sedih, yang akhirnya bikin gue tambah sedih karena dia sangat berempati ke gue.
Gue cuma bisa cerita tentang hal ini ke dia, kalau gue dulu pernah ngerasain kaya gini. Dan dulu gue sampe curhat nangis-nangis ke mendiang nyokap. Sekarang walaupun gak ada nyokap lagi, tapi gue bersyukur ada suami yang bisa nenangin gue. He's very very kind to me.

Dalam menghadapi rasa kecewa ini gue cuma berpikir positif, nenangin diri, introspeksi diri walaupun yah itu tadi, nyesek, bingung. Gue memilih untuk diam. Padahal sebenarnya masalahnya hanya komunikasi. As simple as that. Tapi yaudah gue dalem hati berusaha "yaudahlah" "ya gapapa deh". Kenapa gue memilih untuk diam saja tanpa berusaha meng-clear-kan ini semua? Karena, karena.. gue juga gak tau. Padahal suami mensupport untuk mengclearkan ini semua tapi gue memilih untuk tidak, tapi dia tetap dukung pilihan gue. Dia juga bingung kali ya harus gimana menghadapi gue, dia cuma bisa bilang "Yah kamu sedih dong?", dia ngomong gitu aja udah bisa bikin gue tambah sedih dan nangis. Huhu. Pokoknya that moment was quite hard yet peaceful for me. Karena posisi kita kan cuma bedua, sepi, di negara orang pula tapi Alhamdulillah kita bedua kompak saling nenangin. Gue jadi sangat-sangat merasa dia selalu ada buat gue, dia selalu ada buat support gue :')

Yah yang gue tangkep dari kekecewaan gue atau masalah ini adalah, gue jadi lebih berpikir positif berusaha ikhlas, dan yang lebih penting lagi introspeksi diri. Daripada keep asking "Kenapa sih kok kaya gini". Gue gak mau "menunjuk" atau menyalahkan. Walaupun sebenarnya masalahnya cuma komunikasi, tapi sekali lagi dalam hal ini gue memilih diam ajah. Padahal bingung juga, tapi yaudah gue hargai keputusan itu. Semoga hati gue diluruskan, dijauhkan dari penyakit hati; dengki, iri, nyinyir dsb.

;)


No comments:

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails